Selasa, 11 Oktober 2011

Teknologi Keamanan Pangan Terbaru Pada Telur

Peneliti dari Agricultural Research Service (ARS) telah mempatenkan teknologi pasteurisasi pada telur dari ancaman keamanan pangan berupa bakteri dan pathogen. Teknologi ini dikembangkan oleh Sudarsan Mukhopadhyay, Peggy Tomasula dan John Luchansky, peneliti dari ARS Eastern Reegional Research Center (ERRC) in Wyndmoor, Pa. Namun begitu USFDA tetap berhati-hati terhadap penggunaan telur mentah, tanpa pasteurisasi atau produk yang mengandung telur mentah didalamnya.
Teknologi pasterurisasi biasanya hanya mematikan patogen yang peka terhadap kalor, namun mikroorganisme yang memiliki resistensi terhadap kalor akan tetap dapat bertahan. Konsumen dapat menghindari penyakit dengan cara lebih berhati-hati dalam mempersiapkan dan memasak telur sebelum dikonsumsi, namun para peneliti menyatakan bahwa teknologi terbaru ini dapat menutup kelemahan pasteurisasi thermal.
Teknologi ini disebut “crossflow microfiltration membrane separation” (CMF), yang mampu mematikan lebih banyak patogen dibandingkan pasterurisasi thermal. Dan tidak menghilangkan sifat telur untuk membusa, mengental, serta sebagai pengemulsi. Artinya telur yang telah melalui metode CMF dapat digunakan untuk mengganti telur hasil pasteurisasi pada kue dan produk lain yang membutuhkan bahan dasar telur.
Pada penelitian awal, CMF mampu mematikan 99.9999 % bakteri salmonella serta spora Bacillus anthracis pada putih telur tanpa pasteurisasi . Penemuan ini merupakan kelanjutan dari penelitian oleh ERRC dengan menggunakan CMF untuk mematikan 99.9999 % spora B. antracis yang disuntikkan pada susu cair. CMF juga mampu melindungi susu dari bakteri serta pathogen dan memperpanjang waktu konsumsi.

Rabu, 05 Oktober 2011

HANDPHONE BISA DI CHARGE DENGAN SUARA

Seorang ilmuwan Sungkyunkwan University, Seoul, Korea Selatan, yang bernama Dr. Sang-Woo Kim telah meneliti dan saat ini telah mengembangkan teknologi terbaru yang memungkinkan pengguna ponsel mengisi ulang baterai ponselnya hanya dengan menggunakan kekuatan suara. Teknologi terbaru ini bisa memanfaatkan energi berlebih dari suara yang dihasilkan seseorang ketika berbicara di ponsel mereka. Dan suara yang mereka keluarkan ketika berbicara dengan orang yang mereka hubungi tersebut secara otomatis akan mengisi baterai ponsel yang mereka gunakan.

Kita sering mengabaikan suara yang selalu hadir dalam lingkungan dan kehidupan sehari-hari yang merupakan salah satu sumber energi. Ini pula yang memotivasi si peneliti ingin menghasilkan sebuah sumber daya dengan mengubah energi suara dari pembicaraan seseorang, musik ataupun suara-suara disekitar menjadi energi listrik.

Energi suara bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk memungkinkan ponsel untuk dicharge di tengah percakapan serta menerima suara dari kendaraan yang berjalan dan mengubahnya menjadi energi listrik.

Berdasarkan penelitian, campuran zinc oxide di antara dua elektroda mampu menghasilkan energi ketika digetarkan oleh suara-suara sekitar. Penelitian ini mampu mengubah suara lalulintas yang bising menjadi energi listrik sebesar 50 milivolt.

Artinya, konsep dari Dr. Kim ternyata bisa dibuktikan. Kini, penelitinya harus melakukan sejumlah upgradeuntuk mengkomersilkan produk ini. Karena saat ini, target penelitian lanjutan adalah meningkatkan komposisi zinc oxide di antara dua elektroda guna menghasilkan lebih banyak listrik dari energi suara yang lebih kecil.

Sumber :