Sabtu, 15 Desember 2012

2D DAN 3D



Film bukanlah suatu hal yang tabu lagi bagi manusia, dimana pun dan kapan pun kita bisa menyaksikan aktor dan aktris beradu akting dalam satu film. Ada banyak jenis film yang tersedia dan dapat disaksikan banyak orang. Misal saja film 2D dan 3D. Seiring berjalannya waktu, perkembangan film semakin meningkat. Jika dulu hanya tersajikan film yang hitam putih seperti film dokumenter. Sekarang, ada film yang dapat menyandingkan manusia dengan hal-hal yang tak masuk akal. Misal saja, di film transformer, garfield, real steel dan masih banyak lagi. Film-film tersebut memerankan manusia yang hidup berdampingan dengan robot atau pun hewan yang dapat bicara. Zaman dulu, itu merupakan suatu hal sulit tapi untuk sekarang, tidak.
Film 3D merupakan sebuah film yang menyuguhkan tayangan yang beda dari biasanya. Objek yang ada pada film seolah-olah keluar dan seperti menjamah yang menontonnya. Berasal dari fotografi stereoskopik, gambar sistem gerak kamera yang biasa digunakan untuk merekam gambar seperti yang dilihat dari dua perspektif, juga hardware khusus yang dapat mebantu penonton untuk menyaksikan film 3D. Juga dapat menyediakan ilusi kedalaman ketika kita sedang melihat film tersebut.
Film 3D memang memiliki tempat tersendiri di hati pecinta film, entah itu film 3D yang dibuat versi animasinya atau yang dibuat untuk film action. Bagi saya, sebuah film 3 dimensi yang baik untuk di tonton adalah film 3D yang menyuguhkan animasi juga yang film 3D yang dapat menyandingkan manusia asli dengan objek 3D seperti yang sudah sebutkan tadi.  Kenapa saya pilih dua kategori itu? Satu, karena film 3D yang bertemakan animasi membuat penonton terhibur dengan efek gambar yang bergerak. Saya sungguh berdecak kagum saat pertama kali melihat film animasi ICE AGE, saya bahkan mengikuti film itu dari part 1 hingga yang terbaru ICE AGE 4. Di film itu, tidak hanya di suguhkan komedi dari tokoh animasi dalam film tersebut tapi juga dapat memberikan nilai-nilai positif tersendiri.
Jika ada film drama yang dijadikan film 3D menurut saya, tidak terlalu cocok. Saya tidak menyebutkan itu tidak baik atau tidak buruk untuk dijadikan 3D. Menurut saya sih, film yang bergenre drama lebih touched jika di terapkan atau di sajikan dalam keadaan yang real karena film 3D sudah dikenal banyak orang menyajikan tokoh animasi dan action, bukan drama.
Untuk mengubah film 2 dimensi menjadi 3 dimensi, membutuhkan kinerja yang banyak dan juga memakan banyak biaya pula. Ada film animasi produksi Indonesia yang tadinya di buat berformat 2 dimensi, saat hendak di ubah menjadi film 3 dimensi itu membutuhkan waktu selama 3 bulan.
Langkah-langkah untuk mengkonversikan film 2D menjadi 3D , adalah :
1.       Kedalaman dari gerak

Ini memungkinkan film untuk memperkirakan secara otomatis kedalaman menggunakan berbagai jenis gerak. Dalam kasus ini, peta kedalaman kamera merekam seluruh gerak adegan dalam film agar dapat dihitung gerakannya. Juga, gerakan obyek dapat dideteksi dan daerah bergerak dapat diberikan dengan nilai kedalaman lebih kecil dari latar belakang. Selain itu, oklusi memberikan informasi tentang posisi relatif permukaan bergerak.

2.     Kedalaman dari fokus

Biasa disebut juga "kedalaman dari defocus" dan "kedalaman dari blur". Dalam pendekatan "kedalaman dari defocus" (DFD), informasi kedalaman diperkirakan berdasarkan jumlah gambar kabur yang dianggap objek, sedangkan "kedalaman dari fokus" (DFF) pendekatannya cenderung membandingkan ketajaman obyek rentang gambar yang diambil dengan jarak fokus yang berbeda dalam rangka untuk mengetahui jarak ke kamera. DFD hanya membutuhkan 2 sampai 3 gambar pada fokus yang berbeda untuk bekerja dengan benar sedangkan DFF membutuhkan 10 sampai 15 gambar  tetapi lebih akurat daripada metode sebelumnya (DFD).

3.     Kedalaman dari perspektif

Didasarkan pada kenyataan garis paralel, seperti rel kereta api dan pinggir jalan, tampak menyatu dengan jarak, akhirnya mencapai titik hilang di cakrawala. Menemukan titik hilang memberikan titik terjauh dari seluruh gambar. Semakin garis konvergen terlihat, semakin jauh mereka tampaknya. Jadi, untuk peta kedalaman, daerah antara dua garis menghilang yang berdampingan dapat didekati dengan pesawat gradien.

Software yang digunakan untuk mengkonversikan film 2D ke 3D yakni  :
  • MakeMe3D
  • VFX 2D to 3D Converter
Sumber : 





0 komentar:

Posting Komentar